Belakangan ini di Banjarmasin sedang ngetren
berwisata di daerah sendiri yaitu
naik gunung mandi angin
Sudah tak asing lagi “tengger” dan “benteng
belanda” yg menjadi tujuan wisata banyak orang di pegunungan Mandiangin selain
air terjunnya.
Perjalanan kaki dari parkiran menuju Tengger
sepertinya kurang lebih 2 kilometer, kami mengurungkan niat ke tengger karna
kata Gadung terlalu padat
orang,juga untuk hanting kurang bagus disana, maka kami
memberhentikan perjalanan sebelum mencapai puncak.
Niat untuk menyatu dengan alam dan hanting pun bahkan tak dapat terlaksana,
dikarenakan banyaknya pengunjung disana yg menikmati kebebasan, memecah dan
menjamah kesyahduan malam alias teriak-teriak tak jelas dan bernyanyi tanpa
henti walau burung hantu sudah tak bersuara lagi. Lebih buruk lagi cuaca yang
sangat tidak mendukung, mendung pun tak terelakkan sehingga hamparan bintang yg
berjejer menjadi permandangan yg
harusnya dapat dilihat dari atas gunung tidak tampak satupun.
Pada malam ini kami tidak sedikitpun dari kami
merasakan ketenangan dan keramahan pegunungan
Subuh, sekitar pukul 4.30 pagi, masih ada
beberapa yang bernyanyi dari kejauhan walau tidak sebanyak tengah malam. Dan
akupun bergegas mencari tahu apakah sudah waktunya shalat shubuh atau belum,
sembari menunggu adzan shubuh tiba (walau tidak ada satupun yg adzan di gunung)
akupun mencari tahu arah kiblat. Ini susahnya kalau sedang bepergian ke tempat
yg jauh dari kota tanpa membawa kompas.
Syukurnya pada saat itu bulan masih tampak,
berbekal ilmu mengetahui arah kiblat dari cahaya matahari maka ku putuskan
untuk memakai teori tsb dengan melihat bulan.
Gampangnya, kiblat mengarah pada bayangan
matahari yg jatuh pada pukul 4 sore. yang berarti letak sunrise tiba ialah
membelakangi kiblat. pada pukul 05.00 pagi walau matahari belum terlihat akan
muncul dari mana, kita masih dapat mengandalkan posisi bulan. Menurut beberapa
sumber yg ku baca, jika kita berada pada tempat yg tidak kita ketahui dimana
arah kiblatnya maka kita harus bertanya pada orang sekitar,dan apabila masih
tidak tahu maka boleh menghadap manapun dengan catatan sudah berusaha mencari
arah kiblat tersebut sekuat mungin
saya lagi masih ngantuk
udah
mau turun gunung
Menuju parkiran
jangan pernah naik gunung mandi angin saat weken kalau ingin merasakan ketenangan...!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar